Pembagian saham founder startup sebaiknya ditentukan berdasarkan kontribusi yang bisa diukur, seperti modal, waktu, keahlian inti, dan tanggung jawab jangka panjang, bukan sekadar dibagi rata. Di Indonesia, saham hanya dapat diperoleh melalui setoran modal sesuai UU No. 40 Tahun 2007, sehingga kontribusi non-uang perlu diatur dengan mekanisme tambahan dalam perjanjian pemegang saham, misalnya vesting. Struktur yang sehat juga menyisakan ruang untuk investor dan kepemilikan karyawan di masa depan.

Faktor yang Menentukan Porsi Saham
| Faktor | Pertanyaan Kunci |
|---|---|
| Modal | Siapa menyetor berapa? |
| Waktu dan komitmen | Siapa bekerja penuh waktu, siapa paruh waktu? |
| Keahlian inti | Siapa yang memegang produk, teknologi, atau pasar? |
| Ide dan aset awal | Siapa membawa prototipe, klien awal, atau jaringan? |
| Peran ke depan | Siapa memimpin perusahaan 3 sampai 5 tahun ke depan? |
Mengapa Pembagian 50:50 Berisiko?
Pembagian sama rata antara dua founder terlihat adil, tetapi membuat keputusan RUPS mudah buntu (deadlock) ketika keduanya tidak sepakat. Jika tetap memilih 50:50, siapkan mekanisme penyelesaian deadlock di perjanjian pemegang saham, misalnya mediasi atau pihak ketiga penentu.
Vesting: Saham yang “Didapat” Bertahap
Vesting adalah kesepakatan bahwa hak penuh founder atas sahamnya diperoleh bertahap, misalnya dalam empat tahun. Jika founder keluar lebih awal, sebagian saham wajib dijual kembali kepada founder lain dengan harga yang disepakati. UU PT tidak mengatur vesting secara khusus, sehingga mekanismenya dituangkan dalam perjanjian pemegang saham dan diselaraskan dengan pembatasan pengalihan saham di anggaran dasar. Perlu diingat, pembelian kembali saham oleh PT sendiri dibatasi oleh Pasal 37 UU PT.
Baca Juga: Mendirikan PT Bersama Teman: Pentingnya Perjanjian Pemegang Saham
Sisakan Ruang untuk Investor dan ESOP
- Modal dasar yang cukup besar memudahkan penerbitan saham baru tanpa harus langsung mengubah anggaran dasar.
- Klasifikasi saham dimungkinkan oleh Pasal 53 UU PT, misalnya saham dengan hak suara berbeda atau hak istimewa tertentu, jika diatur di anggaran dasar.
- Kepemilikan karyawan dapat disiapkan sejak awal agar talenta kunci ikut memiliki perusahaan.
Contoh Ilustrasi
Tiga founder: A (CEO, penuh waktu, menyetor modal terbesar), B (CTO, penuh waktu, membangun produk), dan C (penasihat paruh waktu). Salah satu pembagian yang masuk akal misalnya 45% : 40% : 15%, dengan vesting empat tahun untuk ketiganya. Angka ini hanya ilustrasi; yang penting adalah alasan pembagiannya disepakati dan tertulis.
Kesimpulan
Struktur saham founder yang sehat adil terhadap kontribusi, tidak mudah buntu, melindungi perusahaan jika ada founder yang keluar, dan siap menerima investor. Tuangkan semuanya dalam anggaran dasar dan perjanjian pemegang saham sebelum PT didirikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara membagi saham antar-founder?
Pertimbangkan modal, waktu dan komitmen, keahlian inti, aset awal, serta peran jangka panjang masing-masing founder. Tuangkan alasan dan hasil pembagiannya secara tertulis.
Apakah pembagian saham 50:50 baik?
Berisiko karena keputusan mudah buntu jika dua founder tidak sepakat. Jika tetap dipilih, siapkan mekanisme penyelesaian deadlock di perjanjian pemegang saham.
Apa itu vesting saham founder?
Kesepakatan bahwa hak penuh atas saham diperoleh bertahap dalam jangka waktu tertentu. Jika founder keluar lebih awal, sebagian sahamnya dialihkan kepada founder lain sesuai perjanjian.
Apakah founder yang tidak menyetor uang bisa mendapat saham?
Saham diperoleh melalui setoran modal, baik uang maupun bentuk lain yang dapat dinilai. Kontribusi tenaga atau keahlian perlu diatur lewat mekanisme tambahan dalam perjanjian pemegang saham.
Apakah PT boleh punya jenis saham berbeda?
Boleh. Pasal 53 UU PT memungkinkan klasifikasi saham, misalnya perbedaan hak suara atau hak istimewa, selama diatur dalam anggaran dasar.
Mendirikan PT untuk Startup Anda?
Tim LegalSatu membantu menyusun struktur modal dan saham founder yang siap menerima investor, lalu mengurus pendirian PT dari akta hingga NIB. Lihat paketnya di jasa pendirian PT LegalSatu.
Konsultasi gratis via WhatsApp atau lihat seluruh layanan LegalSatu.
Artikel Terkait:
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan disusun berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan KUHPerdata, per September 2026. Regulasi dan praktik di lapangan dapat berubah atau berbeda antar daerah. Untuk kebutuhan hukum spesifik bisnis Anda, konsultasikan dengan tim legal LegalSatu.

