Mendirikan PT kontraktor dilakukan dalam dua tahap: pertama mendirikan PT seperti biasa hingga NIB terbit, lalu memenuhi standar usaha jasa konstruksi berupa Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang diterbitkan melalui Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU). SBU menentukan klasifikasi pekerjaan dan kualifikasi usaha (kecil, menengah, atau besar), yang dinilai antara lain dari kekayaan bersih perusahaan dan tenaga ahli bersertifikat kompetensi (SKK). Tanpa SBU, PT kontraktor tidak bisa mengikuti tender jasa konstruksi.
Usaha jasa konstruksi diatur dalam UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana diubah UU Cipta Kerja, dengan perizinan berusaha melalui OSS berbasis risiko. Artikel ini menjelaskan urutan langkahnya dan keputusan penting yang harus diambil sejak akta pendirian.

Langkah 1: Tentukan KBLI Konstruksi yang Tepat
Dalam KBLI 2020, kegiatan konstruksi berada di kategori F yang terbagi menjadi tiga golongan pokok:
- 41: konstruksi gedung, seperti hunian, perkantoran, dan gedung komersial.
- 42: konstruksi bangunan sipil, seperti jalan, jembatan, dan jaringan irigasi.
- 43: konstruksi khusus, seperti instalasi listrik, pemipaan, dan pekerjaan persiapan lahan.
Pilih KBLI sesuai pekerjaan yang benar-benar akan Anda kerjakan, karena KBLI menentukan subklasifikasi SBU yang bisa diajukan. KBLI yang keliru berarti perubahan anggaran dasar di kemudian hari.
Langkah 2: Tentukan Target Kualifikasi Sejak Awal
| Kualifikasi | Ciri Umum | Bentuk Usaha |
|---|---|---|
| Kecil | Kekayaan bersih paling rendah, neraca bisa disusun internal | Perorangan, CV, atau PT sesuai subkualifikasi |
| Menengah | Kekayaan bersih lebih besar, laporan keuangan diaudit KAP, tenaga ahli jenjang lebih tinggi | Wajib PT |
| Besar | Kekayaan bersih terbesar, laporan keuangan diaudit KAP | Wajib PT; BUJK PMA masuk kualifikasi besar |
Angka kekayaan bersih dan jenjang SKK per subkualifikasi diatur dalam skema sertifikasi yang dapat diperbarui. Selalu cek skema LSBU terbaru sebelum menetapkan modal. Perusahaan baru umumnya memulai dari kualifikasi kecil, lalu meningkatkan kualifikasi seiring bertambahnya pengalaman proyek.
Langkah 3: Dirikan PT dengan Modal yang Selaras
Karena kualifikasi dinilai dari kekayaan bersih, tetapkan modal disetor yang realistis untuk kualifikasi yang Anda tuju dan benar-benar setorkan. Modal di akta yang tidak didukung laporan keuangan justru menghambat proses sertifikasi.
Langkah 4: NIB dan Sertifikat Standar di OSS
Setelah SK Kemenkumham dan NPWP terbit, daftarkan PT di OSS dengan KBLI konstruksi. Sertifikat standar jasa konstruksi belum berlaku untuk kegiatan komersial sebelum dilengkapi SBU.
Langkah 5: Siapkan Tenaga Ahli ber-SKK
SBU mensyaratkan Penanggung Jawab Badan Usaha serta penanggung jawab teknik yang memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) konstruksi dengan jenjang sesuai kualifikasi. Pastikan tenaga ahli tercatat sebagai tenaga tetap perusahaan.
Langkah 6: Ajukan SBU melalui LSBU
Permohonan SBU diproses melalui LSBU dengan dokumen legalitas perusahaan, data keuangan, data tenaga ahli, dan data peralatan. Untuk kualifikasi menengah dan besar, penerapan sistem manajemen anti penyuapan juga menjadi perhatian dalam penilaian.
Baca Juga: Modal Disetor PT Berapa yang Ideal?
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Memilih terlalu banyak KBLI konstruksi tanpa tenaga ahli yang mendukung subklasifikasinya.
- Mendirikan CV lalu ingin mengejar kualifikasi menengah, padahal kualifikasi tersebut mensyaratkan PT.
- Modal di akta tidak sesuai kondisi keuangan riil, sehingga penilaian kekayaan bersih bermasalah.
- Status pajak perusahaan tidak valid saat diperiksa, sehingga proses sertifikasi tertunda.
Kesimpulan
PT kontraktor yang siap tender membutuhkan tiga fondasi yang saling terkait: KBLI yang tepat, modal dan kekayaan bersih sesuai target kualifikasi, serta tenaga ahli ber-SKK. Tentukan ketiganya sebelum akta ditandatangani agar proses SBU tidak terhambat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah PT kontraktor wajib memiliki SBU?
Ya. SBU adalah bukti pengakuan klasifikasi dan kualifikasi badan usaha jasa konstruksi dan menjadi syarat untuk menjalankan kegiatan jasa konstruksi, termasuk mengikuti tender.
Apakah CV bisa menjadi kontraktor?
Bisa untuk kualifikasi kecil tertentu. Untuk kualifikasi menengah dan besar, badan usaha jasa konstruksi wajib berbentuk PT.
KBLI apa yang dipakai untuk PT kontraktor?
KBLI kategori F: golongan pokok 41 untuk konstruksi gedung, 42 untuk bangunan sipil, dan 43 untuk konstruksi khusus. Pilih yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.
Apakah PT kontraktor baru bisa langsung kualifikasi menengah?
Umumnya tidak, karena kualifikasi menengah mensyaratkan kekayaan bersih yang lebih besar, laporan keuangan diaudit, serta pengalaman kerja. Perusahaan baru biasanya memulai dari kualifikasi kecil.
Siapa yang menerbitkan SBU konstruksi?
SBU diterbitkan melalui proses sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) dan terintegrasi dengan perizinan berusaha di OSS.
Mau Mendirikan PT Kontraktor yang Siap Tender?
Tim LegalSatu membantu memilih KBLI konstruksi dan struktur modal yang sesuai target kualifikasi, lalu mengurus pendirian PT hingga NIB dan sertifikat standar di OSS. Lihat paketnya di jasa pendirian PT LegalSatu.
Konsultasi gratis via WhatsApp atau lihat seluruh layanan LegalSatu.
Sudah punya PT tetapi KBLI-nya belum sesuai bidang konstruksi? Gunakan jasa penyesuaian KBLI LegalSatu.
Artikel Terkait:
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan disusun berdasarkan UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana diubah UU Cipta Kerja, PP No. 28 Tahun 2025, dan skema sertifikasi badan usaha jasa konstruksi yang berlaku, per September 2026. Regulasi dan praktik di lapangan dapat berubah atau berbeda antar daerah. Untuk kebutuhan hukum spesifik bisnis Anda, konsultasikan dengan tim legal LegalSatu.

